Friday, February 22, 2019

Senyum

Kau meregang  angin di atas pelupuk mata, 
hingga rasa-rasanya aku seperti menemukan bahasa baru
dari kata bahagia. 
cukup melepuh kau menyentuh ubun-ubun rindu,
sampai aku seolah tak tak habis pikir akan mengubah salah menjadi benar.

ya. aku benar-benar menatap senyum itu. 
senyum yang tak ada habisnya memporak-porandakan hawa nafsu.
namun tidak denganku. tidak ingin terjebak untuk kesekian kali
pada senyum-senyum yang kubawa pahit dalam rasa ambigu dalam cerita.
bahwa ternyata lagi, kau hanya bermain dengan hal palsu yang ada di wajah itu. 

berulang kali ketetapan hati berubah delapan puluh derajat berbelok ke arah kiri
namun kini secuil sanggah yang membantu meringankan sayup senyum
yang ku anggap sebuah serangan, 
menjadi tak lagi bisa memasuki ruang yang kuartikan "rasa suka".

telah lama aku melihatmu. 
maka sudahlah, aku telah meninggalkanmu.




Share:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Tentang

"Nalar dan imajinasi yang dipengaruhi oleh kata-kata akan lebih menusuk jantung dari pada berdiam diri menatap luka. bahagia bila terlukiskan lewat alunan pena, jernih mengintip diksi yang bersembunyi dibalik meja. Dhksajak.blog hadir menemui titik tumpu mengajak luka menjadi canda, diam menjadi terbuka" Dhksajak hanya seorang yang biasa mengarahkan kata-kata dijalur yang mungkin agak berbeda. karena kita memang terlahir tak sama, namun pikiran kita bisa menyatu dengan cengkraman nyata dan seksama.