Wednesday, May 1, 2019

Bangun dari mimpi indah

Tidak mengerti lagi dengan apa yang akan kulalui.
langkah yang kian rapuh tak sanggup mentatahku untuk berdiri.
Merasa harmoni akan hilang, jauh terbuang dari segala kemungkinan.
Sementara keinginan jauh lebih memperjuangkan sesuatu yang dekat
tapi terasa sangat bersahabat dengan jarak.

Waktu membuatku merasa bingung dan tak mengerti.
Melihat kondisi yang tak terkendali oleh luapan dari kanan kiri.
Beribu pertanyaan kekahwatiran itu muncul,
menyerbu kepala yang ringan,
sampai akhirnya berat tak tertahankan.
Aku tak mengatakan ini beban,
hanya saja rasanya diri seolah
tak ingin terlalu tergesa-gesa mencerna yang berat,
karena masih dikelilingi oleh keinginan yang ringan.

Ternyata, selama ini aku terus saja bermimpi.
mengenai rindu yang tak pernah sampai,
tentang keinginan yang selalu saja
tertunda.

Aku kalah oleh waktu,
namun tetap mengejar ketertinggalan.


Tapi, parah.

Aku telah benar-benar tertinggal,
hanya bertahan yang selalu kujadikan modal.


Do'aku.

Selalu tabah menghadapi waktu,
agar langkah setia menemani tertatihnya kaki,
agar kesempatan untuk berani meraih yang berat
mampu kukukuhkan dan melekat pada tangan
yang memang bisa menggenggam erat.


























Share:

Thursday, April 18, 2019

Terjebak diantara rindu yang bengkak

Aku mulai menyukai wangi indahmu yang semakin jelas dalam ingatanku.
kau hadir membawa pesona yang entah dari mana 
serta merta kuartikan sebagai hak yang tak boleh di ganggu akan 
kebenaran rindu yang terpancar.
mungkin aku yang berlebihan mengartikan rasa 
hingga terpaksa memaksa rindu keluar dari ubun-ubun  yang kau sebut malapetaka. 

Aku ingin punya hak dalam merindui,
aku ingin kau mengerti bahwa di dunia ini tidak ada yang pasti.
Kau terlalu naif untuk berkata tidak, 
namun inginmu mengelabui ruang kecil di hatiku sangat besar. 
aku bukan menuduh, tapi itu terlihat dari sudut pandang matamu dalam melirik sensi yang ku intip.

Maaf jika aku berlebihan, dan memang mungkin selalu berlebihan.
kau paras yang terlalu ku paksakan masuk ke dalam hati hingga 
akupun lupa kau punya di lain janji.

Sisi lain, auramu tak kasat membuat pasrah 

dalam ceritaku mengalir tanpa bisa dihentikan.  
tentang mengapa rindu begitu lihai masuk menyelinap itu, 
akupun tak tahu.

Kita sama-sama belajar memahami kondisi yang agak rumit 

namun kau sederhanakan. 
sementara aku, ya sakit, sedikit.

Aku tidak ingin berserah pada cerita ini. 
tidak ingin terulang kembali pada cerita masa lalu yang tak henti membuatku berpikir selain bayangan kehancuran. 

Kau ingat kan waktu itu?, bagaimana rasa itu begitu 

mempermainkan bola salju dihadapanku.
ya, persis pasti kau sangat tahu. 

Saat ini aku menjadi sangat ingin mencintaimu dengan sepenuh hati, 

tapi sayang, kau buka hanya telah hancur berkeping-keping, 
bahkan tak pernah ku duga kau telah hilang dari peredaran 
peremuan-perempuan impian.

Ku bulatkan tekadku untuk menghindari aura itu. 
jikapun masih ingin meihatmu, 
maka aku bisa dengan segera mengubah titik hela. 

Harapan terbesarku adalah kau bahagia, nantinya.
jangan sesekali ulangi cerita buruk itu lagi.
kau tahu kan bagaimana rasanya jika terus saja seperti yang tak di inginkan banyak orang?, 
jelas sangat membebani. 

(Lalu tiba-tiba aku merasa jijik sekarang, mengapa aku menguraikan ini. )

terima kasih, sayang.
maaf ini "sayang" untuk ucapan terakhir saja. 

Terima kasih telah mengisi ruang hampa rasa saat itu.
dimana aku tidak melibatkan diri soal rasa yang mudah luntur bagiku.











Share:

Friday, April 5, 2019

Tenggelam

Ragu diantara yang kelam,
keliru diantara yang padam.
Kau merasuk keluar masuk,
aku tertunduk dan membungkuk
pada jemari yang kaku untuk memulai,
pada lidah yang segan menyebut rindu,
beginikah rasa yang hampir tak pernah terjamah pilu itu?.

Aku menjadikan rindu menjadi malam yang ku ajak bermimpi,
yang kadang hanya khayalan,
kadang juga kosong.
Mulai menyimak dan menyaring
pada senda gurau yang kau anggap hal miring
Ada senja yang ku ajak menyanyi,
lantunannya bangkitan selera untukku bersembunyi
dari hamparan tajam yang merampas jatah nyenyakku di malam hari.

Aku ingin bebas dari semua tujuan ini.
Sementara kau hanya duduk dengan beban yang kuanggap sama
dengan kegelisahan lainnya.



Share:

Thursday, April 4, 2019

Jangan Berpaling

Tak ingin kau berubah dengan niat yang gegabah,
kematangan bertindak 
akan mempengaruhi jalan kita untuk menebak.
hadirmu tak pernah ku anggap sebagai musibah, 
namun langkah yang masih belum terarah masih belum mampu ku telaah.

Sampai kapanpun jika kesiapanku tertangguhkan 
namun aku menyadari betapa tidak indahnya 
jika kau lepaskan sejak dini.

Aku berada dalam lingkaran sulit 
yang tak kunjung berhenti dalam rumit.
keterbatasanku menembus jalan ramai 
akan selalu bermasalah 
jika kau tak kunjung membantuku melangkah. 

Ingin memahami keterikatan itu, 
dengan sumbu yang kadang seolah padam tapi tetap menyala.

Aku dan rindumu
dua mata yang belum mengerti melihat ke arah mana.



Share:

Sunday, March 31, 2019

Sajak Gayo : Sarik "1971"


Ike denem aku keniko
kunantin ulen reduk
kadang iyone salakmu petungkuk,
ike denem aku keniko
kujamah pucuk ni kerpe si lemi
kadang iyone sebukumu temuni,
ike denem aku keniko
ku entong gelep ni lao
kadang sisumu iyone parinko,
ike denem aku keniko
betajir aku wan uren
kadang iyone muetep laohmu,
ike denem aku keniko
musangka aku kuwan bade
kudemu iyone
kerasni sarikmu.



                                                                            Takengon, 1971.
                                                                                 - Fulan


Share:

Friday, March 22, 2019

Gundah

Patut berbangga jika mempunyai rasa 
yang selalu menemani dalam senang atau duka.
selalu terjaga dalam senja, 
menaruh harapan pada malam, 
dan membangun mimpi lewat pagi. 

Keadaan itu begitu sempurna 
membuat khayalan melayang bebas tanpa aturan, 
menyelinap sekejap dan masuk menolak kenyataan. 
Begitu miris wajahmu menggambarkan itu, 
tapi kutahu kau ingin tetap disitu. 

Jejak demi jejak menerka tanpa menyapa senyap. 
Gelap tertimbun masa lalu adalah hal ambigu yang selamanya 
akan tetap luntur pada waktu yang tak pernah akur mengatur 
babak demi babak dimana aku bertempur. 

Renyuh sendu rindu mempermainkan aku. 
rayuannya yang manja tak kunjung aku rela jika ia tetap masuk tanpa permisi.
kurang ajar, ia sungguh tak sopan, tetap saja merayuku. 

Wahai hati, kau jangan sesekali mengkhianatiku,
karena aku tetap ingin berteman denganmu.

Apapun masalah kita di depan, kau jangan gundah,

aku tetap disini bersamamu.







Share:

Tuesday, February 26, 2019

Mengadu Pada Masa Lalu


Bahkan tiada hening yang dapat kuartikan padam,
seolah semua menyala seperti aku yang selalu mendekatimu.
kedatanganku mungkin agak terlambat 
menyapa singkat pekat masa lalumu,
tapi kemauanku menjadi bagian dari rindu adalah pilihan terbaik yang aku punya.

sadar atau tidak, kau telah membuatku bingung tapi mengerti akan hadirnya ketidaksopanan cinta yang membuatmu merana. 
kau terhenti namun tetap berjalan
pada denting jalan yang tak kau tahu ada jurang.

Aku ingin sekali menyelamatkanmu,
namun anggota tubuhku selalu meragukan kesiapanku.
salah satunya adalah hati. ia hanya bertekad pada sesuatu yang membuatnya melekat.
menyapu bersih kenangan yang pernah ada, 
menyatukan luka yang waktu lalu pecah berkeping-keping.

Bagaimana bisa aku bisa menyelamatkanmu
sementara rindu hanya sesuatu yang selalu kau anggap palsu.
kau sudah tak lagi mengenal cinta dan ketulusan,
begitupun aku, kita sama-sama terjebak dalam sangkar,
seperti bunga yang tumbuh namun tak mekar.

Kita dijebak masa lalu yang sulit dibenahi dalam persepsi,
yang adalah bentuk sempurna yang semakin membuat orang mudah mencaci. dalam peka aku melihat tatapan dan tangismu saat itu.
kau tak bisa menahan bagaimana perihnya dipermainkan,
begitupun aku, yang pernah lewati masa itu.

kita adalah sepenggal cerita.
kita adalah kau yang merana tapi bahagia
dan aku tanpa kesiapan yang nyata.





















Share:

Popular Posts

Tentang

"Nalar dan imajinasi yang dipengaruhi oleh kata-kata akan lebih menusuk jantung dari pada berdiam diri menatap luka. bahagia bila terlukiskan lewat alunan pena, jernih mengintip diksi yang bersembunyi dibalik meja. Dhksajak.blog hadir menemui titik tumpu mengajak luka menjadi canda, diam menjadi terbuka" Dhksajak hanya seorang yang biasa mengarahkan kata-kata dijalur yang mungkin agak berbeda. karena kita memang terlahir tak sama, namun pikiran kita bisa menyatu dengan cengkraman nyata dan seksama.