"Kusebut (Engkau) Cinta"
Karya : Awalludin Ishak Dewa
"Rangkaian malam membisu...
Ratap angin melancong sepi
aliran cinta lalui lembah
pasak kecanduan belah duka
Ratap angin melancong sepi
aliran cinta lalui lembah
pasak kecanduan belah duka
kita tidur di terotoar kebebasan
suara nyaring tong sampah
di erserak-serak kegelisahan
lampui gaduh pemalsu hening
lalu diseret angin pada risau penejelaja cinta.
Hingga pagi tetap mengayuh ke dermaga rindu,
menyeruak dalam kisah hampir punah,
Kusebut Engkau Cinta. Belukar kepalaku melemah,
lalu kita berlayar di genangan duka,
dalam golombang pekat tak mungkin untuk goyah
dalam nafas gelisah kusambut kisah indah..."
dalam golombang pekat tak mungkin untuk goyah
dalam nafas gelisah kusambut kisah indah..."
0 komentar:
Post a Comment