Wednesday, January 30, 2019

Sejak Langkah Menjejak, sadar datang terlambat

Aku seperti ingin terbangun dalam jejak 
yang merangkulmu dalam sesak.
terisak-isak wajah tangismu melukaiku 
dengan menanti kedatanganmu dalam sejak.
kau wajah yang tuli akan senyum, 
menyulam tangkai yang tak bisa kau rangkai.
sanubari tersesat oleh selimut buram 
yang membuat nantiku menjadi kelam.
kelemut rindu yang kususun rapi 
kau tumpahkan aroma tak sedap dengan ingkar janji,
jauhmu menyuluhi dahiku dengan air mata 
yang tak segan sesekali menyesakkan rongga.

Kau sungguh palsu adinda, 
sejukmu ternyata hangatnya kotoran ayam dalam bejana.
kau menipu hati yang sedang senang melihat bulan purnama,
lalu bak kau jatuhkan talak tiga pada pasangan yang baru saja menikah.

kau sedap dalam angan, sekaligus
kau adalah ludah yang tertunda keluar.
nyalimu kotor, tertukar dengan ampas kopi yang ku minum
kau muslihat yang nyata.

lalu tingkat sadarku mengubah arah,
bisikan tajam tanpa lirih mendengungku

"kau layak ku tinggal dalam sejak".



















Share:

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Tentang

"Nalar dan imajinasi yang dipengaruhi oleh kata-kata akan lebih menusuk jantung dari pada berdiam diri menatap luka. bahagia bila terlukiskan lewat alunan pena, jernih mengintip diksi yang bersembunyi dibalik meja. Dhksajak.blog hadir menemui titik tumpu mengajak luka menjadi canda, diam menjadi terbuka" Dhksajak hanya seorang yang biasa mengarahkan kata-kata dijalur yang mungkin agak berbeda. karena kita memang terlahir tak sama, namun pikiran kita bisa menyatu dengan cengkraman nyata dan seksama.